Pada hari Selasa (26/10/2010) pukul 17.02, Gunung Merapi meletus. Dan pada hari Rabu (3/11/2010) kemarin sekitar pukul 08.20 pagi, Gunung Merapi kembali meletus. Pantauan dari barak pengungsian letusan Merapi di Purwobimangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, gumpalan awan membubung cukup tinggi. Gumpalan berwarna hitam itu terlihat sekitar 10 menit, lalu menghilang tertiup angin.
Sebelum letusan Merapi yang pertama, pada hari Senin (25/10/2010), Mentawai diguncang gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) pada pukul 21.42 WIB, terjadi di 3,61 Lintang Selatan dan 99.93 Bujur Timur. Pusat gempa tersebut berada pada 78 kilometer (km) Barat Kecamatan Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 10 km. Selang beberapa waktu kemudian gempa susulan dengan kekuatan 5,5 SR. Gempa ketiga yang mengguncang Mentawai terjadi sekitar pukul 22.31 WIB, dengan kekuatan 5,0 SR. Korban meninggal akibat gempa disertai tsunami di Mentawai mencapai ratusan jiwa, sementara korban yang hilang juga mencapai ratusan orang.
Dalam 2 Timotius 3:1 tertulis dengan jelas, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Kondisi bumi yang kita tinggali tidak semakin baik akibat adanya pemanasan global atau “Global Warming” yang mengakibatkan perubahan iklim sangat ekstrim. Garis batas musim panas dan musim hujan di Indonesia saja sudah tidak jelas lagi. Dan sepertinya bencana-bencana yang sudah terjadi, tidak akan berhenti sampai di sini. Ada begitu banyak prediksi para ahli yang menyatakan adanya pergerakan lempeng-lempeng bumi, yang artinya akan memunculkan bencana-bencana alam berikutnya.
Melihat kenyataan yang sedang terjadi saat-saat ini, sebagai umat Tuhan, marilah kita bergandeng tangan untuk berdoa demi kesejahteraan bangsa dan negara dimana TUHAN telah tempatkan kita. Seruan “pray for Indonesia” bukanlah slogan sambil lalu, melainkan harus kita lakukan secara sepakat/bersama-sama.
Mari berdoa untuk Indonesia, hari ini juga!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar