Sabtu, 06 November 2010

IMAN YANG BENAR

Kalau kita ditanya apa itu iman, mungkin dengan hapal kita akan mengutip Ibrani 11:1, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Pertanyaannya, apakah “segala sesuatu yang kita harapkan” itu? Apa berarti kita bisa berharap, kita ingin sesuatu, lalu beriman, dan kita akan mendapatkannya?
Jika benar begitu, mengapa banyak orang tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan? Kenapa banyak orang yang kecewa karena mereka tidak mendapat apa yang mereka imani?
Berarti, harus ada sesuatu yang lebih dari itu.
Jika mau jujur, apa yang kita sebut iman selama ini sebenarnya adalah keinginan pribadi kita, kemudian kita berharap Tuhan setuju dengan permintaan tersebut. Lalu kalau kita tidak mendapatkannya, kita mulai beralasan “Bukan kehendak Tuhan...”
Sesungguhnya, apakah iman yang dimaksud Alkitab?
Mendengar Lalu Beriman
Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)
Ayat di atas dengan jelas menyatakan bahwa iman lahir karena Tuhan mengatakan sesuatu kepada kita. Dari apa yang Tuhan katakan maka kita punya iman. Jadi iman sesungguhnya bukan tentang apa yang kita inginkan. Tapi tentang apa yang Tuhan katakan kepada kita.
Iman bukan mempercayai apa yang ingin kita percayai, tetapi iman adalah mempercayai apa yang Tuhan katakan. Inilah dasar dari iman.
Bagaimana Caranya Mendengar?
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita bisa mendengar apa yang Tuhan katakan? Di sinilah kita butuh kepekaan.
Tuhan berbicara lewat banyak cara (Ayub 33:14). Lewat Alkitab, hamba-Nya, teman-teman, situasi, dll. Masalahnya, bisakah kita mendengarnya?
Di sinilah pentingnya kita memiliki waktu untuk bersaat teduh. Di dalam saat teduhlah kita belajar bukan hanya berkata-kata kepada Dia, tetapi juga mendengarkan Dia. Dalam saat teduh kita belajar mengenali suara-Nya.
Iman dan Perbuatan
Kalau kita sudah punya iman yang seperti ini, barulah kita dapat melakukan tindakan iman seperti yang ditulis dalam Kitab Yakobus (Yakobus 2:14-26).
Tindakan iman adalah bukti bahwa kita percaya pada apa yang Tuhan katakan kepada kita.
Sumber: Denny Pranolo/hmministry

Tidak ada komentar:

Posting Komentar