Rabu, 03 November 2010

HAL KECIL VS HAL BESAR

"Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca? Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?" (Yesaya 40:12-13).

Ayat di atas menuliskan tentang lima kegiatan:
  1. Menakar air laut dengan lekuk tangan
  2. Mengukur langit dengan jengkal
  3. Menyukat debu tanah dengan takaran
  4. Menimbang gunung-gunung dengan dacing
  5. Menimbang bukit-bukit dengan neraca
  6. Mengatur Roh Tuhan atau memberi petunjuk kepada-NYA
Yang artinya adalah bahwa sebagai manusia kita tidak mungkin mampu melakukan hal-hal besar, yang hanya sanggup dilakukan/ditangani oleh TUHAN. Dan seperti yang tertulis dalam Roma 12:16, “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang TINGGI, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang SEDERHANA. Janganlah menganggap dirimu pandai!", janganlah kita mengganggap diri pandai, dan merasa sanggup memikirkan hal-hal yang TINGGI/BESAR (yang hanya sanggup dilakukan oleh TUHAN/bagian TUHAN).
Melainkan, baklah kita menyelesaikan lebih dulu apa yang menjadi bagian kita. Yaitu hal-hal KECIL/SEDERHANA yang merupakan tugas dan tanggung jawab kita, dimanapun Tuhan tempatkan. Entahkah itu dalam rumah tangga, keluarga kita, studi, pekerjaan, pelayanan atau dimanapun. Lakukanlah dengan segenap hati untuk menghasilkan yang terbaik dan menjadi berkat bagi sekeliling kita.
Setelah kita menyelesaikan bagian kita, maka TUHAN sendiri yang
akan membawa dan memercayakan kita hal-hal yang lebih besar.
Selamat melakukan bagian kita dengan baik dan benar, sesuai tuntunan TUHAN!
Sumber: nkt/hmministry

Tidak ada komentar:

Posting Komentar