Rabu, 17 November 2010

JANGAN KUATIR

Filipi 4 : 6
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Rasa pahit itu memang tidak enak untuk ditelan dan dikecap. Masalah, pergumulan hidup juga memang tidak enak untuk dirasakan dan dilalui. Tapi semua itu tidak pernah untuk tidak kita rasakan dan alami. Pernahkan kita sadari bahwa kalau tidak ada rasa pahit itu, kalau kita tidak pernah mengecap rasa pahit itu, kita tidak akan pernah menyadari bahwa ada rasa yang manis yang pernah kita kecap dan rasakan. Kalau kita tidak pernah mengalami masalah atau pergumulan, kita akan menjadi sombong karena merasa semua itu adalah hasil dari kekuatan kita. Dan kita tidak akan pernah menyadari akan kebaikan Tuhan dan pertolongan Tuhan dalam hidup kita.
1 Korintus 10 : 13 berkata: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar sehingga kamu dapat menanggungnya.” Seringkali waktu kita masuk dalam masa pergumulan, yang kita pikirkan adalah masalahnya, mengapa dan mengapa. Memang betul kita harus berusaha, tapi yang Tuhan inginkan adalah waktu kita berusaha, andalkanlah Tuhan.
Filipi 4 6: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
1 Tesalonika 5 : 16-18 : “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal. Sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Hari-hari ini memang hari-hari yang sulit, keadaan dimanapun menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami masa yang sukar, tetapi Firman Tuhan katakan untuk menang dalam masa-masa pergumulan hari-hari ini dan untuk keluar sebagai pemenang, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.
Pertama, Jagalah hati kita. Hati kita harus penuh dengan sukacita, karena hati yang gembira adalah obat yang manjur. Waktu hati kita penuh dengan sukacita, maka kita dapat menjadi tenang untuk dapat berdoa.
Kedua, Tetaplah berdoa. Semua usaha kita akan sia-sia kalau hanya mengandalkan kekuatan kita. Tetapi, kalau semua yang kita upayakan adalah atas seijinnya Tuhan, maka semuanya akan menjadi berhasil dan pasti ada jalan keluar.
Ketiga, Mengucap syukurlah dalam segala hal. Percayalah!!! Bahwa ada kuasa dibalik pengucapan syukur. Memang tidak mudah untuk dapat mengucap syukur waktu kita mengalami masa yang sukar, mungkin kita berkata pergumulan saya sangatlah berat, pergumulan ini sudah sangat lama saya lalui. Semua orang pernah mengalami hal seperti ini, demikian juga saya. Tapi ketahuilah, bahwa mengucap syukur itu adalah korban yang terbaik yang kita berikan kepada Tuhan di saat kita mengalami pergumulan dan itu akan menjadi dupa yang harum di hadapan Tuhan dan akan menggetarkan hati Tuhan.
Waktu kita belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal, maka kita akan dapat berserah total kepada Tuhan, dan mengandalkan Tuhan. Untuk dapat mengandalkan Tuhan, perlu adanya penyerahan diri kepada Tuhan. Maka pertolongan Tuhan itu akan datang tepat pada waktuNya, tidak pernah terlambat. Semua itu mudah bagi Tuhan untuk menolong kita, hanya seperti membalikkan telapak tangan saja bagi Tuhan. Dan, waktu kita mengalami pertolongan Tuhan, mengalami mujizat dan keluar menjadi pemenang, justru itulah yang akan menyatakan kemuliaan Tuhan dan hidup dan pengalaman kita itu yang akan menjadi kesaksian bagi banyak orang dan memberkati orang lain.
Tuhan Yesus memberkati.(FD).

Minggu, 07 November 2010

Janganlah kamu mengasihi dunia

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
1 Yoh 2 : 5
Banyak orang Kristen yg setuju bahwa cara hidup dunia telah memasuki Gereja .
Seringkali tanpa disadari bahwa nilai – nilai duniawi telah merasuki kehidupan banyak anak – anak Tuhan sehingga dengan cepat membuat kehidupan mereka menjadi goyah dan akhirnya mereka jatuh terperosok ke lubang kehancuran yang sangat dalam.
Mari kita lihat diri kita masing2x apakah kita sudah mengasihi dunia ini lebih dari pada mengasihi Tuhan ? kita bisa disebut telah mengasihi dunia ini bila :
-   Demi keuntungan dan kesenangan , kita dengan rela dan sengaja melakukan yang jahat atau melanggar perintah Allah.
-  Kita bekerja lebih giat lagi untuk mendapatkan kemewahan dalam hidup ini bukannya untuk Kerajaan Allah.
-   Kita tidak puas ataupun tidak sabar bila mengalami keadaan yang sulit , khususnya dalam segi keuangan.
-  Tidak dapat membagi milik kita dengan mereka yang membutuhkan , yang pantas mendapatkan dan yang mempunyai hak untuk itu.
-   Kita iri terhadap kekayaan orang lain didunia ini.
- Memperhatikan dan lebih menghargai orang – orang tertentu hanya karena keuangan mereka kuat dan sebaliknya kurang menyukai orang – orang lain hanya karena kurang terpandang di mata masyarakat.
- Kemakmuran dunia membuat kita menjadi sombong , suka pamer dan merasa superior.
Ketika seseorang mengasihi dunia maka kasih Bapa tidak ada pada dia , jika dia tidak memiliki kasih Bapa maka tidak mungkin ia menjadi pelaku Firman Tuhan yang setia.
1 Yoh  5 : 3
Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat.
Jadi bukti seseorang mengasihi Allah adalah mau melakukan perintahNya , melakukan FirmanNya.
Mengapa seseorang merasa berat melakukan perintahNya ? karena hatinya bercabang yaitu mau mengasihi Allah tetapi mengasihi dunia juga.
Saat ini Tuhan memerintahkan kita untuk hidup menjadi saksi Kristus dan memberitakan kabar baik , karena ada jutaan jiwa dibangsa ini maupun di bangsa – bangsa yang belum pernah mengalami kasih Allah.
Tapi bagaimana seseorang dapat menjadi saksi Kristus kalau dia tidak menjadi pelaku Firman Tuhan karena hatinya mengasihi dunia dan seseorang yang hatinya mengasihi dunia tidak mungkin mempunyai semangat yang murni untuk memberitakan kabar baik agar orang lain mengalami kasih Allah dan diselamatkan.
Bagaimana agar hati kita tidak mengasihi dunia melainkan dipenuhi kasih kepada Allah ??
1. Kita harus ingat akan pengorbanan Yesus di kayu salib dan anugerahNya atas kita.
Seharusnya kita sudah binasa karena dosa , tapi Yesus datang kedunia ini untuk menebus kita dari dosa dengan jalan naik lalu mati tergantung di kayu salib lalu oleh anugerahNya kita diampuni dan diselamatkan ( Rm 3 : 23 , Yoh 3 : 16 , Rm 10 : 9 )Ingat – ingat kebaikan Tuhan atas hidup kita.
2. Sangkal diri , pikul salib dan bangun terus hubungan yang intim dengan Tuhan ( Luk 9 : 23 )
Kita harus menyadari bahwa sejak menerima keselamatan dari Tuhan maka status kita berbeda , bukan lagi anak – anak dunia yang hidupnya dikuasai hawa nafsu dunia melainkan anak – anak terang , warga Kerajaan Sorga maka gaya hidup kita harus juga berbeda yaitu dengan menyalibkan hawa nafsu duniawai serta terus menjaga keintiman dengan Tuhan sehingga dipenuhi oleh kasih Allah.
Ketika hati kita dipenuhi kasih kepada Allah maka kita akan menjadi seorang pelaku Firman Tuhan yang taat sehingga kemuliaan Tuhan memenuhi hidup kita , perubahan demi perubahan kearah yang jauh lebih baik terjadi dan hidup kita sebagai saksi Kristus akan semakin terpancar serta bisa dilihat oleh semua orang , maka ketika kita beritakan kabar baik saya yakin akan banyak orang yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juru Selamat dunia . Halleluyah !!

Sabtu, 06 November 2010

PRAY FOR INDONESIA!

Pada hari Selasa (26/10/2010) pukul 17.02, Gunung Merapi meletus. Dan pada hari Rabu (3/11/2010) kemarin sekitar pukul 08.20 pagi, Gunung Merapi kembali meletus. Pantauan dari barak pengungsian letusan Merapi di Purwobimangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, gumpalan awan membubung cukup tinggi. Gumpalan berwarna hitam itu terlihat sekitar 10 menit, lalu menghilang tertiup angin.
Sebelum letusan Merapi yang pertama, pada hari Senin (25/10/2010), Mentawai diguncang gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) pada pukul 21.42 WIB, terjadi di 3,61 Lintang Selatan dan 99.93 Bujur Timur. Pusat gempa tersebut berada pada 78 kilometer (km) Barat Kecamatan Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai dengan kedalaman  10 km. Selang beberapa waktu kemudian gempa susulan dengan kekuatan 5,5 SR. Gempa ketiga yang mengguncang Mentawai terjadi sekitar pukul 22.31 WIB, dengan kekuatan 5,0 SR. Korban meninggal akibat gempa disertai tsunami di Mentawai mencapai ratusan jiwa, sementara korban yang hilang juga mencapai ratusan orang.
Dalam 2 Timotius 3:1 tertulis dengan jelas, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Kondisi bumi yang kita tinggali tidak semakin baik akibat adanya pemanasan global atau “Global Warming” yang mengakibatkan perubahan iklim sangat ekstrim. Garis batas musim panas dan musim hujan di Indonesia saja sudah tidak jelas lagi. Dan sepertinya bencana-bencana yang sudah terjadi, tidak akan berhenti sampai di sini. Ada begitu banyak prediksi para ahli yang menyatakan adanya pergerakan lempeng-lempeng bumi, yang artinya akan memunculkan bencana-bencana alam berikutnya.
Melihat kenyataan yang sedang terjadi saat-saat ini, sebagai umat Tuhan, marilah kita bergandeng tangan untuk berdoa demi kesejahteraan bangsa dan negara dimana TUHAN telah tempatkan kita. Seruan “pray for Indonesia” bukanlah slogan sambil lalu, melainkan harus kita lakukan secara sepakat/bersama-sama.
Mari berdoa untuk Indonesia, hari ini juga!

IMAN YANG BENAR

Kalau kita ditanya apa itu iman, mungkin dengan hapal kita akan mengutip Ibrani 11:1, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Pertanyaannya, apakah “segala sesuatu yang kita harapkan” itu? Apa berarti kita bisa berharap, kita ingin sesuatu, lalu beriman, dan kita akan mendapatkannya?
Jika benar begitu, mengapa banyak orang tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan? Kenapa banyak orang yang kecewa karena mereka tidak mendapat apa yang mereka imani?
Berarti, harus ada sesuatu yang lebih dari itu.
Jika mau jujur, apa yang kita sebut iman selama ini sebenarnya adalah keinginan pribadi kita, kemudian kita berharap Tuhan setuju dengan permintaan tersebut. Lalu kalau kita tidak mendapatkannya, kita mulai beralasan “Bukan kehendak Tuhan...”
Sesungguhnya, apakah iman yang dimaksud Alkitab?
Mendengar Lalu Beriman
Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)
Ayat di atas dengan jelas menyatakan bahwa iman lahir karena Tuhan mengatakan sesuatu kepada kita. Dari apa yang Tuhan katakan maka kita punya iman. Jadi iman sesungguhnya bukan tentang apa yang kita inginkan. Tapi tentang apa yang Tuhan katakan kepada kita.
Iman bukan mempercayai apa yang ingin kita percayai, tetapi iman adalah mempercayai apa yang Tuhan katakan. Inilah dasar dari iman.
Bagaimana Caranya Mendengar?
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita bisa mendengar apa yang Tuhan katakan? Di sinilah kita butuh kepekaan.
Tuhan berbicara lewat banyak cara (Ayub 33:14). Lewat Alkitab, hamba-Nya, teman-teman, situasi, dll. Masalahnya, bisakah kita mendengarnya?
Di sinilah pentingnya kita memiliki waktu untuk bersaat teduh. Di dalam saat teduhlah kita belajar bukan hanya berkata-kata kepada Dia, tetapi juga mendengarkan Dia. Dalam saat teduh kita belajar mengenali suara-Nya.
Iman dan Perbuatan
Kalau kita sudah punya iman yang seperti ini, barulah kita dapat melakukan tindakan iman seperti yang ditulis dalam Kitab Yakobus (Yakobus 2:14-26).
Tindakan iman adalah bukti bahwa kita percaya pada apa yang Tuhan katakan kepada kita.
Sumber: Denny Pranolo/hmministry

Rabu, 03 November 2010

HAL KECIL VS HAL BESAR

"Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca? Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?" (Yesaya 40:12-13).

Ayat di atas menuliskan tentang lima kegiatan:
  1. Menakar air laut dengan lekuk tangan
  2. Mengukur langit dengan jengkal
  3. Menyukat debu tanah dengan takaran
  4. Menimbang gunung-gunung dengan dacing
  5. Menimbang bukit-bukit dengan neraca
  6. Mengatur Roh Tuhan atau memberi petunjuk kepada-NYA
Yang artinya adalah bahwa sebagai manusia kita tidak mungkin mampu melakukan hal-hal besar, yang hanya sanggup dilakukan/ditangani oleh TUHAN. Dan seperti yang tertulis dalam Roma 12:16, “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang TINGGI, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang SEDERHANA. Janganlah menganggap dirimu pandai!", janganlah kita mengganggap diri pandai, dan merasa sanggup memikirkan hal-hal yang TINGGI/BESAR (yang hanya sanggup dilakukan oleh TUHAN/bagian TUHAN).
Melainkan, baklah kita menyelesaikan lebih dulu apa yang menjadi bagian kita. Yaitu hal-hal KECIL/SEDERHANA yang merupakan tugas dan tanggung jawab kita, dimanapun Tuhan tempatkan. Entahkah itu dalam rumah tangga, keluarga kita, studi, pekerjaan, pelayanan atau dimanapun. Lakukanlah dengan segenap hati untuk menghasilkan yang terbaik dan menjadi berkat bagi sekeliling kita.
Setelah kita menyelesaikan bagian kita, maka TUHAN sendiri yang
akan membawa dan memercayakan kita hal-hal yang lebih besar.
Selamat melakukan bagian kita dengan baik dan benar, sesuai tuntunan TUHAN!
Sumber: nkt/hmministry

Selasa, 02 November 2010

SALAH PRIORITAS MENGAKIBATKAN KEKUATIRAN

“Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
(Lukas 10:41-42).

Mari kita berandai-andai sejenak…
Pernahkah anda membayangkan apa yang akan anda lakukan seandainya jika ada seorang hamba Tuhan yang sangat diurapi, sehingga setiap kali KKR yang diadakan senantiasa dihadiri oleh puluhan ribu orang serta banyak mujizat terjadi, dan hamba Tuhan tersebut datang kepada anda dan berkata : “Saya ingin datang ke Rumah anda, karena ada pesan Tuhan yang sangat penting yang ingin Tuhan sampaikan kepada anda dan keluarga, tapi saya tidak punya banyak waktu…sebab 30 menit lagi saya harus pergi untuk pelayanan ke tempat lain..”
Apa yang akan anda lakukan?
Apakah anda akan menghabiskan yang 30 menit tersebut untuk sekedar sibuk mempersiapkan hidangan yang istimewa, sehingga akhirnya waktu anda hanya habis terbuang untuk mempersiapkan hidangan tersebut dan anda kurang cukup waktu untuk mendengarkan pesan Tuhan yang ingin disampaikan oleh sang hamba Tuhan?
Atau anda menggunakan kesempatan ‘emas’ tersebut dengan duduk dan mendengarkan pesan Tuhan yang ingin disampaikan?
Secara nyata, peristiwa diatas pernah terjadi dan dicatat dalam Injil Lukas 10:38-42. Dimana suatu kali ketika Tuhan Yesus tiba di sebuah kampung, Tuhan Yesus memberi waktu/kesempatan kepada satu keluarga disana untuk datang dan memberikan firman kebenaran secara khusus bagi keluarga kakak-beradik bernama Maria dan Marta.
Saya percaya itu adalah sebuah kesempatan ‘emas’ yang sangat luar biasa bagi keluarga tersebut. Mengapa? Karena setiap kali Tuhan Yesus mampir ke rumah seseorang, selalu ada maksud dan tujuan yang istimewa, bukan sekedar ‘iseng-iseng’ atau ‘numpang istirahat’. Contohnya ketika Tuhan Yesus datang ke rumah ibu mertua Petrus, ada kesembuhan terjadi di sana. Saat Tuhan Yesus mampir ke rumah Zakeus, ada keselamatan dan pemulihan terjadi di sana.
Kali ini, Tuhan Yesus menyempatkan diri untuk mampir ke rumah Maria dan Marta, tapi coba kita lihat bagaimana respon Maria dan Marta?
Maria, ketika Tuhan datang ke rumahnya, dia langsung duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan mulai mendengarkan setiap perkataan Tuhan. Maria tahu ini adalah kesempatan ‘emas’ yang tidak boleh disia-siakan begitu saja, dalam hatinya mungkin dia berpikir kapan lagi Tuhan Yesus datang ke rumahnya.
Rupanya apa yang Maria lakukan adalah langkah yang tepat, bahkan Tuhan Yesus memuji apa yang maria lakukan yaitu mengambil bagian yang terbaik, duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan mendengarkan setiap perkataan-Nya dan menjadikan hal tersebut sebagai prioritas dalam hidupnya.
Sebaliknya, Marta langsung melayani, dia menyibukkan dirinya dengan mempersiapkan hidangan yang terbaik untuk Tuhan Yesus. Alkitab memang tidak mencatat hidangan apa yang Marta siapkan atau berapa jenis menu yang akan dia sajikan untuk Tuhan Yesus, teapi yang jelas marta menjadi begitu sibuknya sehingga dia melewatkan kesempatan untuk mendengarkan pengajaran / kebenaran yang Tuhan Yesus sampaikan. Dalam hatinya mungkin Marta berpikir pasti Tuhan Yesus lelah dan lapar. Tapi apa yang terjadi, Marta salah dalam menentukan prioritas  dan ditengah kesibukkannya Marta menjadi kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara.
Dari peristiwa ini ada satu pelajaran yang dapat kita ambil yakni SALAH DALAM MENENTUKAN PRIORITAS HIDUP DAPAT MENGAKIBATKAN KEKUATIRAN DALAM HIDUP ANDA!
Coba kita lihat kehidupan kita, apakah hari-hari terakhir ini hidup kita senantiasa diliputi oleh kekuatiran? Kuatir akan masa depan, kuatir akan penghidupan,  kuatir akan keselamatan, kuatir akan jodoh, kuatir akan pekerjaan/karier?
Kalau demikian adanya, coba evaluasi ulang…apa yang menjadi prioritas utama dalam hidup anda? Adakah keintiman dengan Tuhan Yesus menjadi prioritas yang utama? Atau justru hanya bisnis/karier/kebutuhan/masa depan/penghidupan yang terus menerus anda pikirkan?
Ayo kembali tempatkan keintiman dengan Tuhan Yesus sebagai prioritas yang utama dalam hidup kita, dan semuanya itu diawali dengan saat teduh dengan Tuhan di pagi hari. Sebelum kita melakukan aktivitas sehari-hari cari wajah-Nya, berdoa, memuji, menyembah Tuhan serta merenungkan Firman Tuhan serta milikilah gaya hidup seorang pemuji dan penyembah.
Sebuah langkah yang mudah yang akan membuat anda terhindar dari kekuatiran dalam hidup! Selamat menikmati berkat TUHAN sepanjang tahun Ayin Aleph (5771).(dony)

Minggu, 31 Oktober 2010

MENCERITAKAN KEBAIKAN TUHAN YESUS

Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" (Markus 5:19).
Ayat diatas adalah penggalan dari satu kisah nyata yang sangat menarik yang dicatat Alkitab dalam Markus 5:1-20, dimana pada waktu itu, saat Tuhan Yesus tiba di daerah orang Gerasa datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan yang menemui Tuhan Yesus. Orang itu bukan hanya kerasukan satu atau dua roh jahat, tetapi sangat banyak (legion). Itulah yang menyebabkan orang tersebut berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak siang dan malam layaknya orang gila. Bahkan Alkitab mencatat tidak ada satu orang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Setiap kali dirantai, dengan mudahnya rantai yang membelenggu itu langsung diputuskan. Hmm…sangat menakutkan.
Tapi Puji Tuhan, orang itu berjumpa dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus segera menghardik roh jahat itu untuk keluar dari orang yang dirasuk. Akhirnya roh jahat itu memasuki babi-babi yang kira-kira dua ribu ekor jumlahnya, kemudian babi-babi tersebut terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
Apa yang terjadi setelah roh jahat itu keluar dari tubuhnya? Orang yang tadinya kerasukan legion itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras…Haleluya.
Sadar bahwa dirinya telah mengalami pemulihan dari Tuhan Yesus, orang yang tadinya kerasukan roh jahat itu meminta kepada Yesus supaya ia diperkenankan untuk menyertai Tuhan Yesus. Tetapi Tuhan Yesus tidak memperkenankannya. Lho mengapa? Apakah orang tersebut tidak layak untuk menjadi murid Tuhan? Saya percaya bukan itu alasan Tuhan Yesus tidak memperkenankannya. Tetapi Tuhan punya rencana bagi orang yang tadinya kerasukan legion tersebut, dimana Tuhan Yesus ingin memakai dia untuk menjadi saksi-Nya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan perintah kepada orang tersebut untuk pulang ke rumahnya, kepada orang sekampungnya, untuk menceritakan kepada mereka semua kebaikan Tuhan Yesus dalam hidupnya, yaitu segala sesuatu yang telah Tuhan buat atas hidupnya dan bagaimana Tuhan telah mengasihani dia.
Perintah yang Tuhan Yesus berikan kepada orang Gerasa tersebut adalah esensi dari bagaimana kita menjadi saksi Yesus. Banyak orang ‘tidak mau’ atau ‘enggan’ menjadi saksi karena dalam bayangan mereka jadi saksi Yesus itu susah, jadi saksi Yesus itu harus punya pengetahuan teologia yang hebat, jadi saksi Yesus itu harus pandai berbicara dan harus jago berdebat. Padahal, menjadi saksi Yesus itu mudah. Kita hanya perlu menceritakan segala kebaikan Tuhan Yesus yang kita alami dalam hidup kita.
Saya percaya masing-masing kita telah banyak mengalami pertolongan Tuhan Yesus dalam hidup; bagaimana DIA telah menebus kita, menolong kita dalam kesesakan, memberkati kita, menyembuhkan kita, memulihkan rumah tangga/bisnis kita, melindungi, menyertai, menjagai, memberikan sukacita dan damai sejahtera yang berlimpah, memberikan kekuatan dan penghiburan ditegah kegagalan kita…dst. Buaaaaanyaaaaak…..sekaliiii sehingga kita tidak lagi sanggup mengingat dan menghitungnya. Dengan demikian kita tidak perlu kuatir atau bingung hendak memulai dari mana ketika kita ingin bersaksi. Hal ini membuat bersaksi itu menjadi mudah. Mulailah dengan memperhatikan orang-orang yang belum percaya yang ada di dekat anda, mereka yang berbeban berat, yang membutuhkan penghiburan dan pertolongan. Dekati mereka, dan saksikan apa yang telah Tuhan Yesus perbuat dalam hidup anda ketika anda mengalami kejadian yang sama seperti yang orang tersebut alami saat ini. Saya percaya, kasih Tuhan Yesus pasti mengalir dan menjamah orang tersebut.
Orang Gerasa yang tadinya kerasukan roh jahat (legion) itu begitu mendengar perintah Tuhan untuk bersaksi kepada keluarga dan orang-orang sekampungnya TAAT & MELAKUKAN APA YANG TUHAN PERINTAHKAN. Markus 5:20 mencatat : “orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.”
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menjadi saksi dan memberitakan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas diri Anda, bagaimana DIA telah menyelamatkan dan melakukan banyak kebaikan dalam hidup?
Saya percaya sekaranglah waktu yang tepat untuk memulainya. Mari kita taat dan melakukan apa yang TUHAN YESUS perintahkan. Jadilah saksi-saksi Tuhan yang menceritakan kebaikan Tuhan Yesus. Jesus bless You!

Sabtu, 30 Oktober 2010

9 Cara Perbaiki Mood dalam 30 Menit

Bagi sebagian orang, suasana hati dengan mudah berubah, apapun pemicunya. Jika berubah lebih baik, dari negatif menjadi positif, tak jadi soal. Bagaimana jika sebaliknya, suasana hati yang sedang senang berubah seketika dan merusak mood Anda.
Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project mengatakan Anda tak perlu merasa egois saat sedang ingin membahagiakan diri sendiri. Penelitian menunjukkan, seseorang yang lebih bahagia memberikan manfaat baik bagi dirinya.
"Seseorang yang bahagia lebih mudah bergaul, disenangi banyak orang, sehat, dan produktif," katanya.
Saat Anda berusaha membangun kembali mood menjadi lebih baik, artinya Anda juga membantu orang lain lebih merasa bahagia.
1. Pompa energi dengan meningkatkan aktivitas
Meningkatkan level aktivitas bisa dilakukan kapan saja. Saat menerima telepon misalnya, jangan hanya duduk diam. Berdirilah atau lakukan jalan kecil. Jika ada tangga, mengapa harus menggunakan elevator? Manfaatkan fasilitas yang bisa membantu Anda memompa energi lebih kuat lagi. Atau, berjalanlah 10 menit, di sela waktu kerja Anda.
2. Berjalan kaki di alam terbuka
Sempatkan berjalan kaki di alam terbuka. Jangan mengurung diri di kamar atau ruangan saja. Penelitian menunjukkan cahaya alami luar ruang menstimulasi otak yang bisa meningkatkan mood.
3. Berkomunikasi
Lakukan komunikasi dengan teman lama, melalui surat elektronik atau apapun fasilitas yang nyaman bagi Anda. Atau, jalinlah hubungan dengan teman baru. Membangun ikatan emosi dengan orang lain membuat suasana hati lebih positif. Anda tak hanya sedang memoles keramahan diri, namun juga membuat orang lain lebih ramah kepada Anda. Dengan menjalin komunikasi, Anda juga memperkuat emosi dan kehangatan persahabatan dengan orang lain. Hal ini akan membuat Anda lebih merasa bahagia.

4. Singkirkan pekerjaan yang menyebalkan

Sementara waktu, tinggalkan semua jadwal atau tugas yang hanya akan memperburuk mood. Seperti masalah seputar asuransi yang harus Anda selesaikan, membeli sejumlah kebutuhan yang memusingkan Anda, atau menjadwalkan ulang janji bertemu seseorang untuk urusan tak menyenangkan yang tidak terlalu penting. Meninggalkan sejumlah tugas tak menyenangkan sementara waktu akan memberikan kesenangan, yang bisa memperbaiki mood Anda.

5. Lakukan pekerjaan yang berbeda dari biasanya

Ciptakan suasana baru di rumah. Saat bosan dengan rutinitas, ciptakan kegiatan baru yang jarang atau tak pernah Anda lakukan. Misalnya, jika biasanya pekerjaan berbenah dapur sepenuhnya menjadi tanggung jawab pekerja rumah tangga, maka ambil alih sementara. Cukup 10 menit saja, lakukan pekerjaan asing yang jarang Anda lakukan.
6. Berbuat baik lah untuk orang lain
Saat teman meminta bantuan Anda dalam mencari informasi tertentu, segera ambil kesempatan ini. Perkenalkan ia dengan teman Anda yang bisa membantunya mendapatkan informasi tersebut. Melakukan sesuatu yang berguna membuat Anda lebih merasa positif.

7. Selamatkan hidup seseorang

Tak sulit menjadi pahlawan. Mendonorkan darah menjadi salah satu caranya. Santunan darah dari Anda bisa menyelamatkan orang lain. Melakukan sesuatu yang berharga akan membuat Anda merasa berharga.
8. Tunjukkan bahwa Anda bahagia dengan senyuman
Senyuman meningkatkan mood Anda. Selain itu, wajah yang dihiasi senyuman memberikan kesan bahwa Anda bersahabat dan mudah bergaul.
9. Memelajari hal baru
Pilih subyek yang memancing rasa ingin tahu Anda. Manfaatkan waktu 15 saja untuk mencari informasi di internet dan nikmati waktu untuk membaca. Atau pergilah ke toko buku, belilah buku yang bisa memuaskan rasa ingin tahu Anda. Pilih topik yang Anda sukai dan menyenangkan, bukan topik yang Anda butuhkan atau harus Anda ketahui.

Jumat, 29 Oktober 2010

Menjadi Saksi Kristus Yang Sukses

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
(Kisah Para Rasul 1:8)

Menjelang kedatangan Tuhan yang sudah sangat dekat ini, maka pesan untuk kita pergi memberitakan injil dan menjadi saksi Kristus menjadi pesan yang sangat-sangat kuat. Kita diminta menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada.
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." – Matius 24;14
Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut. – Habakuk 2:14
Para Rasul dan para Nabi sepakat bahwa saat ini kita sedang berada dalam gelombang Reformasi Apostolik ketiga dan yang terakhir, di mana orang-orang kudus /anak-anak Tuhan akan mengambil alih kekuasan /dominion di segala bidang kehidupan. Pemerintahan kerajaan Tuhan /gereja akan bangkit dan mempengaruhi pemerintahan dunia. Gereja akan menjadi saksi-Nya, mempraktekkan dan menghadirkan prinsip-prinsip Kerajaan Allah di dalam dunia Art & Entertaintment, Bisnis, Church /Gereja, Distribution for the Poor / Sosial, Pendidikan, Keluarga, dan Pemerintahan / Hukum – atau yang semuanya biasa dikenal dengan ke – 7 Gunung.
Tuhan mau agar gereja-Nya bangkit dan menduduki “gunung-gunung” tersebut.
Salah satu hal yang sangat penting untuk gereja-Nya dapat menduduki “gunung-gunung” tersebut adalah memiliki pengurapan untuk mengerti waktu dan musim. Atau dengan kata lain gereja harus memiliki kepekaan untuk mengetahui tuntunan-Nya untuk dapat menjadi saksi yang memuliakan nama Nya. Hari-hari ini adalah waktu yang jahat, dan berlalunya sangat cepat (Mazmur 90:9-10). Kita butuh hikmat Tuhan, tuntunan Tuhan, suara Tuhan agar kita dapat mengerti dan mengetahui kehendak Tuhan dengan tepat.
Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! – Yesaya 55:2-3
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. – Mazmur 32:8
Tuhan akan memberi kepekaan kepada kita keputusan apa atau langkah apa yang harus kita ambil dan mana yang tidak seharusnya kita ambil. Tuhan akan memberi kepekaan kepada kita bisnis apa yang harus kita ambil dan bisnis mana yang tidak seharusnya kita ambil, dan sebagainya. Apabila kita dengar-dengaran akan tuntunan Tuhan maka niscaya kita akan berhasil dan beruntung (Yosua 1:8; Mazmur 1:1-3).
Saya teringat kisah seorang ibu, sebagaimana yang diceritakan oleh Ps. Joel Osteen dalam bukunya yang berjudul “It’s Your Time” – bernama Amber Corson.  Ia seorang ibu dengan tiga orang anak yang masih kecil. Setelah suaminya dipecat dari pekerjaannya, ia harus bekerja pada malam hari untuk membiayai kehidupan keluarganya. Sampai suatu hari ia merasa bahwa fisiknya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja setiap hari sampai larut malam, akhirnya ia berdoa kepada Tuhan: “Tuhan tolong beritahu saya, apa yang harus saya lakukan agar keluargaku bisa melewati semuanya ini?”
Dalam sekejab Tuhan menjawabnya: “Aku telah memberikan kepadamu karunia. Pergilah bertaman. Lakukan apa yang disukai hatimu”.
Ibu ini ternyata memiliki ijazah dalam bidang holtikultura yang tidak pernah ia gunakan selama ini. Ia memiliki talenta alami untuk membuat sesuatu bertumbuh. Malamnya ia memberitahu suaminya apa yang Tuhan taruh di dalam hatinya. Ia mendoakan hal tersebut. Dan dalam beberapa minggu kemudian ia berkata, bahwa segala sesuatunya seperti mimpi. Saat ini ia sudah memiliki usaha pertamanan yang diberinya nama Eden Paradise Garden. Usahanya berkembang dengan pesat jauh melebihi apa yang dapat ia bayangkan.
Mungkin beberapa dari Saudara juga pernah mendengar kesaksian dari seorang yang bernama Angus Buchan – seorang hamba Tuhan tapi sekaligus seorang petani keturunan Inggris yang tinggal di suatu daerah di Afrika Selatan. Kisah ini kisah nyata dan sempat ditayangkan dalam Layar Lebar berjudul “Faith like Potatoes” (“Iman Seperti Kentang”). Pada mulanya ia bukanlah seorang petani yang sukses. Ia adalah seorang peternak sederhana yang bahkan hanya tinggal di sebuah caravan bersama istrinya yang sedang mengandung serta ke-tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Hidupnya penuh dengan kesulitan. Hidupnya mulai diubahkan sewaktu ia mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Singkat cerita suatu ketika daerah di mana ia tinggal yaitu di Greytown mengalami keadaan yang sangat sulit (paceklik). Tanah di mana ia tinggal menjadi tanah yang gersang. Sangat sulit untuk bercocok tanam apapun. Badai El Nino telah membuat hancur keadaan di daerah tersebut. Pada saat yang sangat sulit Angus merasa dirinya dituntun oleh Tuhan untuk menanam kentang (suatu hal yang mustahil pada waktu itu). Para ilmuwan memberitahu nya untuk tidak menanam kentang. Karena dibutuhkan system irigasi yang baik untuk dapat menanam kentang, yang mana hal itu sangat lah tidak mungkin di tengah kegersangan yang ada. Orang-orang di sekelilingnya mulai mencemooh nya. Tapi Ia berdoa dan berdoa dan ia tau Tuhan menuntunnya untuk menanam kentang. Dan ia taat.
Apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Sangat dahsyat. Di saat orang-orang mengalami keadaan yang sangat sulit. Di saat orang-orang tidak memiliki sesuatu untuk mereka panen, Angus Buchan mengalami panen kentang secara luar biasa. Ia mendadak menjadi seorang pengusaha kentang yang kaya raya. Semua itu terjadi karena ia mendengar tuntunan Tuhan dan mentaatinya.
Hari-hari ini Tuhan sedang mencurahkan Roh Nya. Ia sedang mencurahkan Roh-Nya dalam bentuk api dan angin. Api dimaksudkan untuk memurnikan kita, tapi angin diturunkan Tuhan untuk menuntun umat-Nya. Jika kita mau menjadi orang-orang yang sukses, maka kita harus dengar-dengaran akan tuntunan Nya. Jadilah pribadi yang peka terhadap suara-Nya, dan terimalah kesukesan, nama Tuhan dipermuliakan.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." – Yohanes 15:8

MEMENANGKAN PERTANDINGAN IMAN

“....marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlobaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan....” (Ibrani 12: 1)
Kita sedang dipersiapkan Tuhan dan dibangun untuk menjadi Jemaat yang dewasa dan sempurna di dalam Kristus. Ketika Tuhan Yesus datang kembali ke dua kali, Ia ingin berjumpa dengan mempelaiNya yang dewasa dan tidak bercacat cela.
Supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapanNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Efesus 5: 27
........supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus. Filipi 1 : 10
Inilah masanya menjelang hari Kristus yang dimaksudkan Filipi itu.  Kita sedang hidup di masa menjelang hari Kristus, tidak lama lagi Kristus menjemput jemaatNya naik ke awan-awan, masuk ke dalam kemuliaanNya. Kita sedang berada pada masa-masa yang menentukan.  “Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari Tuhan di lembah penentuan! (Yoel 3: 14). Keputusan kita yang benar hari ini, akan menentukan nasib masa depan dan berdampak kepada kekekalan, sebaliknya, kekeliruan dan kelalaian dalam menyikapi apa yang sedang Tuhan nyatakan, dapat  berakibat kepada malapetaka yang tak dapat diperbaiki selama-lamanya. Orang yang bijaksana akan memilih yang benar dalam waktu yang tepat. Berjagalah!!
Sementara dunia dikuasai kegelapan yang semakin pekat, kejahatan dan imoralitas yang semakin rusak parah, sebaliknya, jemaat Tuhan sedang mengalami terang kemuliaan Tuhan, dan didandani Tuhan untuk siap masuk ke dalam kemuliaanNya. Karena itu, kita harus tegas dalam pilihan.  Kepada siapakah kita akan memberi diri untuk dipengaruhi, apakah kepada dunia yang sedang mencemari dan menyeret manusia ke dalam arus hawa nafsu duniawi, ataukah kepada firman Tuhan yang sedang menguduskan dan menyempurnakan umat pilihanNya. Inilah waktunya untuk bersikap tegas mengatakan ya kepada firman dan tidak kepada tawaran dunia. Jika ya katakan ya dengan tegas, jika tidak, katakan tidak dengan tegas. Tidak ada abu-abu di antara keduanya.
Ada perlombaan iman yang diwajibkan bagi kita untuk memastikan kita menjadi pemenang, malahan lebih dari pemenang. Pemenang yang resmi, barulah ditentukan setelah memenangkan pertandingan. Karena itu bertekunlah dalam pertandingan iman untuk mewujudkan kabsahan menjadi pemenang.
Tiga pokok yang harus dipegang dalam memenangkan pertandingan iman (Ibrani 12: 1-4).
  1. Tanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi (ay. 1). Jangan kompromi, tegas terhadap  segala bentuk dosa, jangan beri peluang bagi Iblis, tutup setiap celah.
  2. Lakukan segala hal dengan mata yang fokus  tetap tertuju kepada Kristus (ay. 2):
    1. Kristus membawa iman kita kepada kesempurnaan. Percayai Dia, ikuti Dia dengan kesetiaan.
    2. Kristus telah memberi teladan bertekun  untuk menang:  dengan terus memandang hasil dari ketekunan, yaitu tahta tempat untuk para pemenang yang layak duduk di situ dengan  memakai mahkota sebagai hadiah (reward). 
  3. Ingat selalu akan Yesus. Ia tekun dalam  menanggung bantahan yang sehebat itu dari orang-orang berdosa (ay. 3).
    1. Kita napak tilas jalan yang ditempuh Tuhan Yesus menghadapi cemooh dan kritikan. Apa yang Yesus alami, pasti bisa kita lewati.
    2. Yesus telah menang, dan menyerahkan kemenanganNya itu menjadi kemenangan kita (I Korintus 15: 57, 58).
Dengan mempraktekkan ketiga pokok  ini, pasti kita menjadi orang yang  bertekun dalam  meraih  kemenangan, dan terus berkemenangan sampai waktunya dipermuliakan bersama dengan Kristus. Ketika Tuhan Yesus datang kembali ke dua kali, Ia akan berjumpa dengan kita sebagai mempelaiNya yang dewasa dan tidak bercacat cela. Amin!! (MG)